Breaking News

Sejarah Kopi: Dari Arab Menyebar ke Seluruh Dunia

Sejarah Kopi: Dari Arab Menyebar ke Seluruh Dunia
Sambangdesa.com - Kopi, minuman yang telah menjadi bagian penting dari budaya global, memiliki akar yang dalam di Jazirah Arab, di mana sejarahnya berkaitan dengan praktik spiritual para sufi. Sejak abad ke-15, kopi telah menjelajahi dunia, menjadi simbol pertemuan dan pertukaran budaya.

Kopi berasal dari dataran tinggi Yaman dan Ethiopia, dengan tanaman kopi liar pertama kali diperkirakan diminum oleh seorang penggembala legendaris di Ethiopia. Namun, penanaman kopi pertama kali dilakukan di Yaman, di mana orang-orang setempat menamainya qahwa, yang menjadi asal usul kata “kopi” dan “kafe.” Qahwa pada awalnya berarti anggur, dan para sufi di Yaman menggunakan kopi untuk mendalami spiritualitas dan berkonsentrasi dalam ibadah.

Kopi mulai dikenal di Mekkah pada tahun 1414 dan menyebar ke Mesir pada awal 1500-an melalui pelabuhan Mocha. Di Kairo, kedai kopi mulai tumbuh di sekitar universitas keagamaan Al-Azhar, dan kemudian menyebar ke Suriah dan Istanbul. Namun, kedai kopi ini tidak luput dari penolakan oleh para pemuka agama, yang menganggap efek kopi mirip dengan alkohol. Mereka mencemaskan bahwa kedai kopi bisa menjadi sarang pemberontakan, meskipun semua upaya untuk melarang kopi akhirnya gagal.

Pada masa pemerintahan Sultan Murad IV di Ottoman (1623-1640), hukuman mati diterapkan bagi mereka yang mengedarkan kopi. Meskipun demikian, para ulama akhirnya mencapai konsensus bahwa kopi pada prinsipnya diperbolehkan.

Kopi menyebar ke Eropa melalui dua rute utama: melalui Kekaisaran Ottoman dan perdagangan laut dari pelabuhan Mocha. Perusahaan Hindia Timur Inggris dan Belanda menjadi pembeli utama kopi Yaman pada awal abad ke-17.

Seiring dengan penyebarannya, kedai kopi di Eropa mulai menjadi tempat berkumpul bagi pria untuk berbincang, berbagi pendapat, dan bermain permainan. Namun, kedai kopi juga dipandang sebagai tempat subversif, hingga Ratu Charles II mengecamnya pada 1675.

Pada abad ke-17, Procope, sebuah kedai kopi terkenal di Paris, menjadi tempat berkumpul bagi tokoh-tokoh revolusi seperti Marat, Danton, dan Robespierre. Meskipun kopi awalnya dipandang sebagai minuman Muslim, sekitar tahun 1600, Paus Clement VIII mengakui kelezatan kopi dan menyatakan bahwa umat Muslim tidak boleh memonopoli minuman tersebut.

Kebiasaan minum kopi di Austria** meningkat setelah pengepungan Wina oleh Turki pada 1683. Para pemenang Eropa merampas persediaan kopi yang melimpah, dan tradisi menyajikan kopi dengan segelas air pun bermula.

Di dunia Arab, kopi tidak hanya diminum, tetapi juga dibumbui dengan kapulaga atau rempah-rempah lainnya, menunjukkan keragaman dan kekayaan tradisi dalam menyajikan minuman ini.

Kopi, yang kini dikenal di seluruh dunia, memiliki sejarah yang kaya dan mendalam, mencerminkan perjalanan budaya, pertukaran, dan evolusi dari masa ke masa.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close