Breaking News

Pemkab Malang Kembangkan Bibit Unggul Padi

Pemkab Malang Kembangkan Bibit Unggul Padi
Sambangdesa.com / Malang - Pemerintah Kabupaten Malang telah meluncurkan inisiatif baru untuk meningkatkan produktivitas padi melalui pengembangan bibit unggul padi inbrida varietas Sukma dan Kasima. Inisiatif ini dipimpin oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Sani Putera, yang mengungkapkan bahwa bibit ini pertama kali dikembangkan oleh Ngateman, anggota Kelompok Tani (Poktan) Sukoraharja di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, sejak tahun 2009.

Menurut Avicenna, padi varietas Sukma dapat menghasilkan antara 10 hingga 14 ton per hektare, jauh lebih tinggi dibandingkan padi biasa yang hanya menghasilkan 7 hingga 9 ton per hektare. "Syaratnya, penanaman harus mengikuti metode yang dilakukan Ngateman, termasuk jarak tanam antara 30-40 sentimeter, pemupukan dan penyiraman yang teratur, serta memperhatikan musim," terang Avicenna.

Saat ini, varietas padi tersebut telah ditanam di enam kecamatan Poncokusumo, Tumpang, Wajak, Tajinan, Turen, dan Pakisaji. Namun, para petani masih melakukan pengadaan bibit sendiri karena Pemerintah Kabupaten Malang masih dalam proses pengurusan izin edar. Pelepasan bibit unggul tersebut dijadwalkan dapat dilakukan pada 2025, dengan harapan dapat meningkatkan produksi padi di Kabupaten Malang sebesar 15 persen dari 254.794 ton Gabah Kering Giling (GKG) yang tercatat pada tahun 2024.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang menunjukkan penurunan produksi padi dari 279.366 ton GKG pada tahun 2023, dengan selisih sekitar 24.572 ton GKG. Dengan pelepasan bibit unggul, diharapkan total produksi dapat meningkat menjadi 293.013 ton.

Sebagai langkah awal, lahan percontohan atau demplot telah disiapkan di 10 titik di Tajinan, dengan luas sekitar 2 hektare. Saat ini, bibit masih diperoleh dari pengembang Ngateman, yang menjualnya seharga Rp 15.000 per kilogram. "Masing-masing titik ada satu kelompok yang menanam bibit seberat 50 kilogram. Kami juga memberikan bantuan dari sarana prasarana produksi (saprodi)," tambahnya.

Avicenna berharap pengembangan bibit padi inbrida varietas Sukma dan Kasima ini akan memberikan hasil maksimal dan dapat diterapkan oleh semua petani padi di Kabupaten Malang. Jika semua petani menerapkan metode ini, diharapkan produksi padi di Bumi Kanjuruhan akan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close