Breaking News

Berkunjung ke Desa Wisata Budaya Wayang Kulit Sidowarno

Berkunjung ke Desa Wisata Budaya Wayang Kulit Sidowarno
Sambangdesa.com - Desa Sidowarno, yang terletak di Dukuh Butuh, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi salah satu tujuan wisata menarik untuk liburan lebaran. Desa ini menawarkan pengalaman unik yang memadukan liburan dengan pendidikan budaya, di mana pengunjung dapat belajar langsung tentang proses pembuatan wayang kulit, sebuah warisan seni tradisional Indonesia.

Di Desa Sidowarno, pengunjung tidak hanya disuguhkan suasana pedesaan yang asri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menyaksikan para pengrajin wayang kulit yang terampil menciptakan karya seni yang kaya makna. Liburan di sini memberikan pengalaman yang berbeda, di mana keindahan alam berpadu dengan wawasan tentang kearifan lokal dan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

Berlian, seorang pengelola desa wisata, menjelaskan bahwa desa ini dikelola oleh enam remaja yang tergabung dalam Karang Taruna, melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis). “Yang mengelola ini ada enam orang remaja semua,” kata Berlian saat ditemui pada Selasa (25/3/2025).

Wayang kulit di Desa Sidowarno diproduksi dari bahan dasar kulit kerbau, yang diperoleh dari Kalimantan, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). “Kulit kerbau tersebut didrop di Boyolali, nanti kita ambil,” ujar Berlian, menjelaskan proses pengadaan bahan baku.

Seluruh perajin wayang kulit di desa ini mayoritas adalah pria, khususnya bapak-bapak, mengingat tingkat kesulitan pembuatan wayang kulit cukup tinggi. Berlian menjelaskan, proses pembuatan dimulai dengan mengerok kulit kerbau, kemudian dijemur, dan digambar menjadi wayang kulit. “Kesusahannya tinggi,” tambahnya.

Harga jual wayang kulit bervariasi, dipatok mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 2 juta per buah. Desa Sidowarno juga menerima pesanan dari mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan dalang wayang ternama seperti Ki Anom Suroto dan Ki Bayu Aji. “Yang paling banyak pesan dari ISI karena mereka buat praktik biasanya,” ujar Berlian.

Pokdarwis Desa Sidowarno menawarkan berbagai paket kunjungan wisata, dengan harga mulai dari Rp 50 ribu hingga paket lengkap seharga Rp 65 ribu. “Jadi tergantung yang mau dikunjungi apa saja di sini,” jelas Berlian.

Berdasarkan pantauan di Desa Sidowarno, hampir semua rumah di Dukuh Butuh merupakan perajin wayang kulit. “Mereka turun temurun di sini, bapaknya dulu perajin, anaknya juga jadi perajin wayang kulit,” ungkap Berlian, menekankan pentingnya pelestarian tradisi ini di kalangan generasi muda.

Dengan menawarkan kombinasi antara keindahan alam dan kekayaan budaya, Desa Sidowarno menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman liburan yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga mendidik.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close