Breaking News

Tidak Rugi, 6 Desa Wisata Eksotis di Pulau Kalimantan ini Perlu Anda Kunjungi

Sambangdesa.com - Ketika melancong ke Kalimantan, keindahan alam dan kearifan lokal menjadi daya tarik utama yang tidak boleh dilewatkan. Terdapat banyak cara untuk menikmati dan memahami budaya masyarakat setempat, salah satunya dengan mengunjungi desa wisata.

Berikut adalah beberapa desa wisata unggulan di Kalimantan yang dikutip dari situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia:

1. Desa Wisata Loksado
Loksado, sebuah kecamatan yang terletak di kaki Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan, menyimpan keindahan alam yang menakjubkan dan menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi para petualang. Meski belum banyak dikenal oleh wisatawan, Loksado menjadi destinasi yang semakin menarik perhatian, terutama bagi mereka yang mencari pengalaman alam yang otentik dan menantang.

Bagi banyak orang, perjalanan menuju Loksado bukanlah perkara mudah. Akses yang rumit dan lokasi yang terpencil membuat para pengunjung harus menempuh perjalanan 4 hingga 5 jam berkendara dari Banjarmasin. Namun, semua usaha itu terbayar dengan keindahan alam yang memukau dan keasrian yang masih terjaga.

Salah satu daya tarik utama Loksado adalah Balanting Paring, di mana pengunjung dapat menikmati pengalaman menyusuri sungai dengan rakit bambu. Aktivitas ini lebih menantang dibandingkan arung jeram tradisional, dan setiap rakit dilengkapi dengan pemandu profesional untuk memastikan keselamatan. Sebelum menikmati wahana ini, pengunjung disarankan untuk melakukan pemesanan beberapa hari sebelumnya untuk mempersiapkan rakit bambu. Biaya untuk menikmati petualangan ini adalah Rp 330.000, suatu investasi kecil untuk pengalaman yang luar biasa.

Bagi para pecinta trekking, Batu Baduduk menjadi pilihan yang tepat. Berlokasi di perbukitan Desa Gumbil, kawasan ini menawarkan trek yang menantang dengan dua puncak yang menakjubkan. Saat tiba di puncak pertama, terdapat pondok kecil untuk beristirahat, sementara di puncak kedua, pengunjung dapat menyantap hidangan lokal sambil menikmati pemandangan hamparan bukit hijau yang memesona.

Bukit Langara, yang terletak di Desa Lumpangi, juga patut dicoba. Jalur pendakian yang menantang dengan banyak batuan karst memerlukan perhatian ekstra saat melangkah. Dengan waktu pendakian sekitar 30 hingga 60 menit, hingga mencapai puncak, para pendaki akan disuguhkan pemandangan spektakuler Sungai Amandit dan Bukit Ketawang.

Setelah beraktivitas, pengunjung dapat merelaksasi diri di Pemandian Air Panas Tanuhi, yang berjarak sekitar 25 km dari Kota Kandangan. Terdapat tiga kolam air panas dengan suhu yang bervariasi, memberikan kesempatan untuk meresapi kehangatan air yang menenangkan di tengah alam yang asri. Mandi air panas di sini adalah cara yang sempurna untuk merilekskan otot-otot setelah seharian berpetualang.

Tak jauh dari sana, Air Terjun Haratai menawarkan suasana damai yang mengundang pengunjung untuk berlama-lama. Meskipun tidak terlalu tinggi, keindahan alam sekitarnya, dengan pepohonan rimbun, menciptakan suasana yang menenangkan. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung perlu menaiki ojek dengan biaya Rp 80.000, yang sepadan dengan pengalaman yang akan didapatkan.

Wisata Alam Loksado adalah permata tersembunyi yang menunggu untuk ditemukan. Dari tantangan menyusuri sungai hingga trekking di bukit yang menantang, setiap pengalaman di Loksado menawarkan keindahan dan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Dengan keasrian alam yang terjaga dan keragaman aktivitas yang ditawarkan, Loksado menjadi salah satu destinasi wisata yang layak untuk dijelajahi. Para pengunjung disarankan untuk mempersiapkan diri dengan baik dan merencanakan perjalanan agar dapat menikmati semua keindahan yang ditawarkan secara maksimal.


2. Desa Wisata Mandikapau
Desa Wisata Mandikapau, terletak di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kini semakin dikenal oleh masyarakat luas, terutama berkat kehadiran objek wisata Danau Tamiyang. Danau ini terletak di sekitar Danau Tamiyang, yang dikenal dengan airnya yang berwarna biru jernih dan panorama alam yang memesona.

Danau Tamiyang telah menjadi destinasi populer sejak beberapa tahun terakhir, menarik pengunjung dari berbagai kalangan. Lokasinya yang strategis di Kecamatan Karang Intan, hanya beberapa kilometer dari pusat kota Banjar, menjadikannya aksesibilitas yang mudah bagi wisatawan.

Keindahan Danau Tamiyang tidak hanya terletak pada airnya yang jernih, tetapi juga pada latar belakang perbukitan hijau yang menambah daya tariknya. Fenomena alam ini telah menarik perhatian banyak orang, terutama di media sosial, di mana pengunjung sering berbagi momen indah mereka saat berkunjung ke danau ini. Dengan adanya promosi melalui platform digital, Danau Tamiyang semakin viral, memikat pelancong untuk datang dan menikmati keindahan alam yang ditawarkan.

Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung, disarankan untuk membawa perlengkapan fotografi untuk mengabadikan momen-momen indah di sekitar danau. Selain itu, tetap patuhi protokol kesehatan untuk memastikan keselamatan saat berwisata.

Dengan keindahan yang tiada tara dan akses yang mudah, Danau Tamiyang di Desa Mandikapau bukan hanya sekadar tempat wisata, tetapi juga bagian penting dari pengalaman budaya dan keindahan alam Kalimantan Selatan.


3. Desa Wisata Tiwingan Lama
Desa Wisata Tiwingan Lama, terletak di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menawarkan potensi wisata yang luar biasa dan kini menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan internasional.

Desa ini dikenal dengan Puncak Matang Kaladan, yang diakui sebagai salah satu destinasi wisata unggulan. Puncak ini menawarkan pemandangan alam yang memesona, di mana keindahannya sering dibandingkan dengan Raja Ampat, sebuah destinasi ikonik di Indonesia. Bukit Matang Kaladan, yang merupakan bukit tertinggi di sekitar waduk PLTA Riam Kanan, memberikan panorama yang menakjubkan bagi para pengunjung.

Sejak beberapa tahun terakhir, Desa Tiwingan Lama telah menarik perhatian karena keindahan alamnya dan potensi edukasi yang ditawarkannya. Wisatawan yang pernah berkunjung ke Puncak Matang Kaladan melaporkan bahwa pemandangan dari atas bukit ini sangat mirip dengan yang ada di Raja Ampat. Hal ini menjadikan desa tersebut sebagai tujuan wisata yang patut dikunjungi.

Akses ke Desa Tiwingan Lama sangat mudah, berjarak sekitar 60 km dari Banjarmasin, ibukota Provinsi Kalimantan Selatan. Wisatawan dapat menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat untuk mencapai desa ini. Untuk mencapai Puncak Matang Kaladan, pengunjung bisa menggunakan jasa ojek atau berjalan kaki menyusuri lereng bukit. Sementara itu, objek wisata Alimpung, yang menawarkan berbagai spot edukasi seperti pembibitan tanaman hutan, pengembangan madu kelulut, dan pembuatan asap cair, dapat diakses dengan menggunakan perahu klotok sebelum melanjutkan perjalanan dengan ojek.

Di sekitar Desa Tiwingan Lama juga terdapat beberapa objek wisata lain, antara lain Tahura Sultan Adam dan Obyek Wisata Bendungan Riam Kanan Ir. PM Noor. Ketersediaan hutan pinus yang indah dan jalur berkelotok menuju pulau-pulau kecil di daerah tersebut menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

Desa Wisata Tiwingan Lama tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, tetapi juga pengalaman edukasi yang kaya, menjadikannya sebagai pilihan wisata yang ideal bagi para pelancong yang mencari keunikan dan kedalaman pengalaman saat berkunjung ke Kalimantan Selatan.


4. Desa Wisata Pampang
Desa Wisata Pampang, terletak di Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur, merupakan rumah bagi suku Dayak Apo Kayan dan Dayak Kenyah. Sebagai salah satu aset budaya penting di Kalimantan, desa ini menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat budaya Suku Dayak.

Desa Pampang dihuni oleh suku Dayak, khususnya Dayak Apo Kayan dan Kenyah. Sejak tahun 1960-an, suku-suku ini berpindah dari wilayah Kutai Barat dan Malinau ke lokasi sekarang, sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas mereka dan menolak menjadi bagian dari Malaysia. Rasa nasionalisme yang kuat mendorong mereka untuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Wisatawan yang berkunjung ke Desa Pampang dapat menikmati rumah adat megah yang dihiasi ukiran khas Dayak dan menyaksikan berbagai pertunjukan tarian tradisional seperti Bangen Tawai dan Kanjet Anyam Tali. Desa Budaya Pampang juga menyelenggarakan acara tahunan Pelas Tahun untuk merayakan ulang tahun desa tersebut.

Desa Pampang dapat diakses dari Kota Samarinda, berjarak sekitar 27,8 kilometer, dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Pertunjukan tarian adat biasanya diadakan setiap hari Minggu dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB di lokasi desa.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengakui potensi Desa Pampang sebagai destinasi wisata unggulan sejak tahun 1991. Kegiatan budaya yang kaya dan positif menjadikan desa ini menarik tidak hanya bagi wisatawan lokal, tetapi juga internasional.

Untuk mencapai Desa Pampang, pengunjung dapat menggunakan kendaraan umum dengan trayek Samarinda - Sei Siring, dan meminta supir untuk menurunkan di Pampang. Biaya untuk menikmati pertunjukan tari sekitar Rp 40.000, sementara berfoto dengan penduduk asli dan menggunakan pakaian adat akan dikenakan biaya sekitar Rp 20.000 hingga Rp 25.000.


5. Desa Wisata Miau Baru
Desa Wisata Miau Baru, yang terletak di Kecamatan Kombeng, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, merupakan destinasi menarik yang terkenal dengan pelestarian budaya asli Suku Dayak Kayan. Desa ini menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung yang ingin menyaksikan keunikan seni dan budaya yang masih terjaga hingga saat ini.

Desa ini dihuni oleh masyarakat Suku Dayak Kayan, yang dikenal dengan keahlian mereka dalam seni rupa dan tarian tradisional. Masyarakat desa secara aktif melestarikan budaya mereka melalui berbagai pertunjukan seni dan kegiatan budaya.

Miau Baru terkenal dengan kompleks pemakaman yang dikelilingi oleh ukiran khas Dayak Kayan, serta pertunjukan seni tari yang diadakan secara reguler. Di Desa Miau Baru juga terdapat Gerbang Desa Lekan Maran yang unik, terbuat dari kayu ulin berukir, yang menjadi pintu masuk ke Desa Kesenian dan Kebudayaan Dayak Kayan. Miniatur Lamin Adat dan kompleks pemakaman dengan ukiran motif Dayak Kayan juga menjadi daya tarik tersendiri.

Pentas seni tari diadakan setiap hari Minggu dari pukul 15:00 hingga 17:00 Wita. Desa Miau Baru dapat ditemukan di Kabupaten Kutai Timur, yang memiliki akses mudah dari berbagai titik di Kalimantan Timur.

Desa ini menawarkan pengalaman budaya yang otentik dan kesempatan untuk melihat langsung kekayaan budaya Suku Dayak Kayan. Dengan seni rupa yang beraneka ragam dan pertunjukan tari yang memukau, Miau Baru menjadi destinasi yang tepat untuk memahami lebih dalam tentang budaya lokal.

Pengunjung dapat menjangkau Desa Miau Baru dengan kendaraan pribadi atau transportasi umum yang tersedia di sekitar Kabupaten Kutai Timur. Sesampainya di desa, pengunjung akan disambut oleh Gerbang Desa Lekan Maran, yang menjadi pintu masuk ke pengalaman budaya yang kaya.


6. Desa Wisata Sungai Kupah
Desa Wisata Sungai Kupah, yang terletak di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menawarkan kombinasi keindahan alam dan budaya lokal yang kaya. Dengan potensi wisata yang melimpah, desa ini menjadi destinasi menarik bagi para pelancong yang ingin menjelajahi pesona alam bahari dan warisan budaya Indonesia.

Desa ini dihuni oleh masyarakat lokal yang berperan aktif dalam pengembangan pariwisata. Pengunjung dapat berinteraksi dengan penduduk setempat yang akan memperkenalkan mereka pada tradisi dan budaya yang telah diwariskan selama bertahun-tahun.

Desa Wisata Sungai Kupah dikenal sebagai lokasi pengembangan wisata mangrove. Para pengunjung dapat menyusuri hutan mangrove dan sungai, di mana mereka memiliki kesempatan untuk melihat spesies monyet langka. Selain itu, desa ini juga menawarkan pengalaman budaya yang unik, seperti tari Mangrove yang menggambarkan kondisi lingkungan mangrove dan seni budaya Tundang, yaitu penampilan pantun yang diiringi gendang.

Desa ini dapat dikunjungi sepanjang tahun, dengan berbagai kegiatan budaya dan alam yang tersedia. Sungai Kupah terletak di ujung hulu Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia, dan dapat diakses dengan mudah oleh wisatawan yang datang ke Kalimantan Barat.

Kunjungan ke Desa Wisata Sungai Kupah memberikan pengalaman unik bagi pengunjung untuk menikmati keindahan alam dan belajar tentang budaya lokal. Dari peninggalan sejarah, seperti Pendopo Kerajaan Sultan Pontianak dan masjid berusia lebih dari 1900 tahun yang kini menjadi cagar budaya, hingga destinasi ekowisata seperti Mangrove Telok Berdiri dan kampung nelayan, desa ini memiliki banyak hal untuk ditawarkan.

Pengunjung dapat mencapai Desa Wisata Sungai Kupah dengan kendaraan pribadi atau transportasi umum dari pusat Kota Pontianak. Setibanya di desa, wisatawan akan disambut oleh keindahan alam dan keramahan masyarakat setempat.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close