Breaking News

Tarian Likurai: Warisan Budaya Malaka Hidup Kembali

Tarian Likurai: Warisan Budaya Malaka Hidup Kembali
Sambangdesa.com / Malaka - Desa Takarai di Malaka kini menyaksikan kebangkitan Tarian Likurai, sebuah warisan budaya yang penting bagi identitas masyarakat setempat. Upaya ini diambil untuk memastikan bahwa tradisi leluhur tetap terjaga di tengah arus modernisasi yang kian cepat.

Kepala Desa Takarai, Yeremias Nana, S.A.P, menjelaskan bahwa pelestarian Tarian Likurai merupakan bagian integral dari visi desa. Ia berharap generasi muda dapat mengenal dan melestarikan budaya mereka sendiri.

"Tarian Likurai bukan sekadar seni, tetapi simbol kebersamaan dan sejarah masyarakat Malaka yang diwariskan turun-temurun," ungkap Yeremias pada Jumat (21/3/2025).

Tarian ini memiliki sejarah yang kaya, dahulu dibawakan untuk menyambut para pejuang yang pulang dari medan perang. Saat ini, Tarian Likurai terus dipertunjukkan dalam berbagai acara adat dan penyambutan tamu kehormatan.

Para penari Likurai mengenakan kain tenun khas Malaka yang memiliki motif sarat makna filosofis. Pertunjukan ini semakin menarik dengan iringan tabuhan tihar, gendang kecil yang dimainkan oleh para penari. Pelestarian Tarian Likurai tidak hanya memperkuat budaya lokal, tetapi juga membuka peluang baru dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dalam upaya ini, generasi muda desa diberikan pelatihan untuk memastikan keberlanjutan dan eksistensi.

"Kami ingin menunjukkan bahwa budaya bisa berjalan berdampingan dengan modernisasi tanpa kehilangan jati diri," tegas Yeremias.

Melalui upaya ini, Desa Takarai berharap untuk mempromosikan warisan budaya mereka, sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Dengan kebangkitan Tarian Likurai, Desa Takarai tidak hanya merayakan warisan budayanya, tetapi juga berkomitmen untuk menyiapkan generasi mendatang agar dapat terus melestarikan tradisi yang berharga ini.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close