Sambangdesa.com / Pacitan - Bulan suci Ramadan selalu menjadi waktu yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, khususnya di Desa Gawang, tradisi unik menyemarakkan suasana buka puasa, menjadikannya momen yang penuh makna dan kebersamaan.
Di desa ini, setiap menjelang waktu buka puasa, masjid setempat, Masjid Lulu'ah, dipenuhi oleh jemaah dari berbagai dusun. Mereka datang dari jauh, bahkan sebelum azan Maghrib berkumandang. Dalam suasana penuh antusiasme, pria dan wanita mengambil tempat duduk secara terpisah, menunjukkan penghormatan terhadap tradisi.
Tradisi ini berlangsung setiap malam selama bulan Ramadan, dengan jemaah berkumpul di Masjid Lulu'ah. Saat menunggu waktu berbuka, mereka menjalin komunikasi yang hangat, saling berbagi cerita tentang aktivitas sehari-hari, mulai dari berkebun hingga kisah sanak saudara yang akan mudik.
Kegiatan ini bukan sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi juga bagian dari tradisi yang memperkuat ikatan sosial di masyarakat setempat. Ketika suasana obrolan mulai riuh, perhatian jemaah teralihkan saat ulama desa menyampaikan tausiyah. Ceramah singkat ini, yang selalu hadir sebelum berbuka, membahas tema-tema keagamaan dan muamalah, memberikan wawasan bagi jemaah.
Setelah tausiyah berakhir, azan berkumandang, menandai waktu berbuka puasa. Jemaah dengan sabar bergantian menuju meja yang telah disiapkan, di mana mereka disuguhi teh hangat dan tiga biji kurma untuk membatalkan puasa. Namun, setelah membatalkan puasa, mereka tidak langsung menyantap hidangan. Sebagai gantinya, mereka melaksanakan salat berjemaah dan berzikir, menegaskan pentingnya spiritualitas dalam momen ini.
Usai salat, jemaah bersalaman dan mengambil posisi duduk berhadapan, siap menikmati menu spesial Soto Ayam yang telah disiapkan. Momen ini menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan, di mana setiap jemaah merasakan kebahagiaan berbagi dengan sesama.
Tradisi buka puasa di Desa Gawang tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga perwujudan dari kekuatan komunitas dan spiritualitas. Dengan menggabungkan ibadah dan kebersamaan, masyarakat setempat menciptakan pengalaman Ramadan yang tidak terlupakan, memperkuat ikatan antarwarga dan memberikan makna yang mendalam selama bulan suci ini.
Social Footer