Breaking News

Deforestasi Indonesia Terus Meningkat di 2024

Sambangdesa.com / Jakarta – Deforestasi di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2024, dengan angka mencapai 175.400 hektar, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Kementerian Kehutanan, Agus Budi Santosa, mengungkapkan bahwa angka ini merupakan peningkatan dari 121.100 hektare pada 2023 dan 104.032 hektar pada 2022.

Menurut Agus, meskipun deforestasi menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, secara keseluruhan, tren deforestasi dalam sepuluh tahun terakhir menunjukkan penurunan.

"Ini (deforestasi) memang naik dibandingkan dengan tahun 2020. Tetapi secara tren 10 tahun terakhir, angkanya ini trennya masih turun dibandingkan dengan laju (deforestasi) 10 tahun," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, pada Senin (243/2025).

Data dari Kementerian Kehutanan menunjukkan bahwa laju deforestasi tertinggi terjadi di Kalimantan Timur dan wilayah Sumatera.

Peningkatan deforestasi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kebakaran hutan dan lahan, kebakaran lahan gambut, serta penebangan pohon secara ilegal.

Agus juga melaporkan bahwa luas hutan di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 95,5 juta hektar, yang setara dengan 51,1 persen dari total daratan. Deforestasi sebesar 175.400 hektare dihitung sebagai pengurangan deforestasi bruto sebesar 216.200 hektare, dengan luas reforestasi mencapai 40.800 hektare.

Kementerian Kehutanan, dalam upayanya untuk mengatasi deforestasi, telah merehabilitasi hutan dan lahan seluas 217.900 hektare pada tahun 2024. Rehabilitasi ini dilakukan di dalam kawasan seluas 71.300 hektare dan di luar kawasan hutan seluas 146.600 hektare. Selain itu, Kementerian juga berfokus pada menjaga ekosistem gambut agar tetap basah, karena gambut yang kering sangat sulit dipadamkan saat terjadi kebakaran.

Agus menekankan pentingnya menjaga kawasan gambut, terutama yang memiliki kedalaman lebih dari 3 meter.

"Kalau dia basah, pada saat terjadinya kebakaran, tidak akan menyebar kemana-mana. Jadi, kebakarannya lebih mudah dipadamkan," tambahnya.

Kementerian Kehutanan juga mempromosikan penanaman tanaman produktif melalui program yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial. Tanaman yang ditanam bervariasi, mulai dari tanaman berkayu hingga tanaman tidak berkayu, untuk mendukung keberlanjutan ekosistem hutan di Indonesia.

Sebagai langkah lanjutan, Agus menggarisbawahi pentingnya memastikan tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan serta penebangan ilegal.

"Kami harus pastikan tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan di tahun 2025 dan seterusnya," tutupnya.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close