Breaking News

Budidaya Alpukat Pameling Terus Diperkuat

Saya ingin Anda bertindak sebagai editor berita profesional dengan gaya penulisan sesuai standar jurnalistik tinggi, seperti yang digunakan oleh BBC. Tugas Anda adalah mengedit dan mengoptimalkan artikel berita berikut ini dengan ketentuan sebagai berikut:  1. Pastikan tata bahasa dan ejaan sempurna, tanpa kesalahan struktur kalimat. 2. Gunakan pendekatan jurnalistik 5W+1H (Siapa, Apa, Kapan, Di mana, Mengapa, dan Bagaimana) untuk menyajikan informasi yang utuh dan relevan. 3. Presentasikan artikel dengan gaya penulisan formal, profesional, dan objektif yang menarik bagi pembaca internasional, nasional, dan lokal, dengan fokus pada pembaca berusia 17 tahun ke atas. 4. Judul artikel harus maksimum 6 kata, mencerminkan isi, dan menarik perhatian (hook). 5. Optimalkan artikel untuk SEO, mengikuti tren dan topik yang sedang dicari publik, serta memiliki nilai monetisasi tinggi untuk mendatangkan banyak trafik kunjungan dan klik. Usahakan untuk menarik banyak backlink tanpa memasukkan kata kunci khusus. 6. Pertahankan objektivitas sepenuhnya, tanpa opini, dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. 7. Ikuti standar BBC dalam menjaga netralitas, kedalaman informasi, dan kejelasan narasi. 8. Gunakan gaya pelaporan straight news (berita langsung) dan feature news (berita mendalam) sesuai kebutuhan.  Berikut adalah artikel yang perlu diedit: [            ]  Jika terdapat informasi yang kurang jelas, tambahkan catatan berupa rekomendasi atau pertanyaan lanjutan untuk revisi berikutnya. Hasilkan artikel yang tetap profesional, informatif, dan menarik. Pastikan Output dari Optimasi berbentuk artikel utuh, lengkap, dan terstruktur. Publikasikan Artikel dalam bentuk yang utuh dan siap publish. Tekankan artikel publikasi dalam bentuk gaya feature news / Straight News
Sambangdesa.com / Malang - Alpukat Pameling, yang baru-baru ini dinobatkan sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Malang, akan terus dikembangkan melalui program budidaya yang terencana. Pusat Alpukat Pameling Nasional yang terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, menyediakan antara 75.000 hingga 100.000 bibit siap tanam untuk masyarakat.

Teknisi Kebun Alpukat Willy Pameling, Abdul Hafiz Iza Mahendra, menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis bibit yang ditawarkan kepada calon pembeli.

Jenis-jenis tersebut meliputi:

- Bibit standarberusia 12 bulan dengan ukuran 50-70 sentimeter.
- Bibit medium berusia 18 bulan dengan ukuran 90-125 sentimeter.
- Bibit premium berusia 24 bulan dengan ukuran 170-230 sentimeter.

“Perbedaannya ada di ukurannya. Kami menawarkan bibit baik secara lepas maupun dalam paket budi daya, di mana pembeli akan mendapatkan bibit beserta sarana produksi,” jelas Hafiz.

Hafiz menambahkan bahwa rata-rata pembeli bibit alpukat berasal dari wilayah Malang Raya. Permintaan untuk bibit standar, medium, dan premium cukup seimbang.

Harga bibit dibanderol sebagai berikut:

- Bibit standar: Rp 50.000
- Bibit medium: Rp 100.000
- Bibit premium: Rp 200.000

Perawatan bibit alpukat disesuaikan dengan kondisi cuaca. Dalam proses pemupukan, pupuk NPK digunakan, dan pestisida juga diperlukan. Di musim kemarau, penyemprotan dilakukan sebulan sekali, sedangkan penyiraman dilakukan dua hari sekali. Saat musim hujan, penyiraman dapat dilakukan dua kali sebulan tanpa penyiraman tambahan.

Budidaya bibit dilakukan di dalam greenhouse untuk melindungi bibit dari hujan dan sinar matahari langsung. Namun, greenhouse mengalami kerusakan akibat angin kencang yang terjadi pada bulan November hingga Desember lalu. Hafiz menjelaskan, “Kerusakan ini berdampak pada daun yang berubah menjadi kuning. Namun, kualitas alpukat tidak terpengaruh.”

Melalui upaya berkelanjutan dan dukungan dari Pusat Alpukat Pameling Nasional, budidaya alpukat Pameling di Kabupaten Malang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal dan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close