Sambangdesa.com / Malang - Dusun Ngembul Desa Jombok merupakan wilayah yang sebagian besar penduduknya bergantung pada usaha ternak sapi perah. Namun, praktik peternakan tradisional dan kurangnya pengetahuan tentang manajemen modern sering kali menjadi hambatan bagi peningkatan produktivitas.
Merespon hal tersebut, Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) di Dusun Ngembul, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, pada awal Februari 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak sapi perah mengenai Good Dairy Farming Practices (GDFP) dan mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) melalui pendekatan edukatif dan aplikatif. Melalui program ini, mahasiswa Unitri berupaya membantu peternak mengatasi tantangan tersebut, baik dari segi efisiensi usaha maupun pencegahan penyakit, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peternak lokal.
Dusun Ngembul sebagai sentra penghasil susu sapi, diharapkan dapat berkembang lebih baik lagi, sehingga menghasilkan produksi susu yang berkualitas tinggi, serta menciptakan lingkungan yang lebih higienis dan bebas penyakit.
Dalam program ini, mahasiswa Unitri menjalankan dua kegiatan utama, yaitu pembuatan pupuk cair organik dan sosialisasi GDFP.
Limbah kotoran sapi yang sebelumnya hanya dibuang kini diolah menjadi pupuk cair organik. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi limbah peternakan sekaligus mendukung kelestarian lingkungan. Pupuk cair yang dihasilkan dapat digunakan petani dan peternak secara praktis.
Sementara, Sosialisasi Good Dairy Farming Practices (GDFP) berfokus pada penerapan praktik peternakan yang sehat dan berkelanjutan. Materi yang disampaikan meliputi Manajemen pakan yang seimbang untuk ternak, Sanitasi kandang untuk menjaga kebersihan, dan Teknik biosekuriti guna mencegah penyebaran penyakit.
Selain itu, mahasiswa menekankan pentingnya vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan rutin pada hewan ternak untuk menjaga produksi susu yang optimal dan mencegah wabah penyakit seperti PMK.
Sebanyak 25 peternak sapi perah di Dusun Ngembul berpartisipasi dalam program ini. Mereka menerima pemahaman mendalam tentang konsep peternakan modern yang lebih efisien. Antusiasme peternak terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait penerapan GDFP dalam usaha mereka sehari-hari.
Kegiatan ini juga mencakup observasi langsung terhadap kondisi peternakan lokal. Hasil observasi menunjukkan bahwa beberapa peternak masih menggunakan metode tradisional. Dengan adanya sosialisasi ini, mahasiswa berharap para peternak dapat mengadopsi teknologi dan sistem manajemen modern untuk meningkatkan produktivitas.
Selain memberikan teori, mahasiswa juga mengadakan praktik langsung bersama para peternak. Beberapa kegiatan praktik meliputi Teknik membersihkan kandang dengan benar, Metode pemberian pakan yang lebih efisien.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi praktis, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Mahasiswa Unitri berharap keberhasilan program ini dapat menjadi contoh untuk implementasi di wilayah lain.
Mahasiswa Unitri berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sektor peternakan melalui edukasi dan inovasi yang berkelanjutan.
Mereka juga berharap program ini menjadi program berkelanjutan melalui kolaborasi peternak, pemerintah desa, dan Universitas Tunggadewi sehingga meningkatkan meningkatkan kesejahteraan peternak di Jombok.
Social Footer