Sambangdesa.com / Chengdu, Sichuan – Sebuah desa wisata di Provinsi Sichuan, barat daya China, menyampaikan permintaan maaf setelah mendapat kritik luas karena menggunakan kapas dan air sabun untuk menciptakan salju palsu. Desa wisata yang dikenal dengan nama Proyek Desa Salju Chengdu ini menjadi sorotan setelah wisatawan mengungkapkan kekecewaan mereka atas praktik tersebut.
Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui unggahan di akun resmi WeChat desa wisata itu pada Sabtu (8/2). Desa Salju Chengdu menjelaskan bahwa cuaca hangat selama liburan Tahun Baru Imlek pada Januari 2025 menyebabkan salju alami gagal terbentuk seperti yang diharapkan.
“Untuk menciptakan suasana bersalju, kami menggunakan kapas untuk membuat salju. Namun, hasilnya tidak seperti yang diharapkan dan meninggalkan kesan buruk bagi wisatawan,” bunyi pernyataan tersebut.
Desa wisata tersebut mengaitkan kegagalan terbentuknya salju alami dengan efek perubahan iklim. Menurut laporan biro cuaca nasional China, gelombang panas yang lebih panjang, suhu lebih tinggi dari biasanya, dan peningkatan curah hujan yang tidak terprediksi menjadi penyebab utama kurangnya salju di wilayah tersebut selama musim dingin.
Fenomena ini tidak hanya dirasakan di Sichuan, tetapi juga di berbagai daerah lain di China. Perubahan iklim semakin memengaruhi pola cuaca, termasuk musim dingin yang tidak lagi konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya.
Kritik dari netizen di media sosial memuncak setelah foto-foto "salju kapas" tersebar di WeChat dan platform lainnya. Dalam foto tersebut, lembaran kapas besar terlihat berserakan di tanah, sebagian besar hanya menutupi area kecil di sekitar desa wisata. Salah satu netizen yang mengunjungi lokasi itu berkomentar, “Lapisan salju tampak tebal dari kejauhan, tetapi saat mendekat, ternyata semuanya hanyalah kapas.”.
Ketidakpuasan wisatawan juga dipicu oleh penggunaan bahan seperti kapas dan air sabun, yang dianggap tidak ramah lingkungan. Desa wisata tersebut akhirnya memutuskan untuk membersihkan seluruh kapas yang telah digunakan dan menawarkan pengembalian uang kepada wisatawan yang merasa dirugikan.
Dalam pernyataan yang sama, Proyek Desa Salju Chengdu menyampaikan “permintaan maaf yang tulus” atas insiden ini dan berkomitmen untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Desa tersebut juga mengakui bahwa tindakan mereka telah melukai kepercayaan pengunjung dan berdampak buruk pada reputasi kawasan wisata.
Kawasan wisata ini kini tengah membersihkan sisa kapas yang digunakan sebagai salju palsu. Pihak pengelola juga berjanji akan lebih transparan dalam memberi informasi kepada wisatawan mengenai kondisi cuaca dan atraksi yang tersedia.
Fenomena ini menyoroti dampak nyata perubahan iklim terhadap sektor pariwisata, terutama yang bergantung pada kondisi alam seperti salju. Desa wisata di Chengdu merupakan salah satu dari banyak lokasi di seluruh dunia yang menghadapi tantangan akibat cuaca ekstrem, termasuk gelombang panas dan curah hujan yang tidak terduga.
Biro cuaca China sebelumnya telah memperingatkan bahwa perubahan iklim akan terus memperburuk pola cuaca, termasuk musim dingin yang lebih hangat dan berkurangnya salju. Hal ini dapat berdampak signifikan pada destinasi wisata musim dingin yang mengandalkan atraksi berbasis salju.
Social Footer